Tabiat yang Kita Warisi

Orang Indonesia sekarang tidak ingat lagi atau tidak tahu pamflet historis yang ditulis oleh Sutan Sjahrir, disiarkan tanggal 10 November 1945-lima hari sebelum diangkat jadi Perdana Menteri pertama Republik Indonesia. Buku kecil berjudul “Perdjoeangan Kita” (PK) berisi gambaran tentang keadaan bangsa Indonesia pada akhir pendudukan Jepang selama 3,5 tahun dan pada awal zaman revolusi perjuangan … Read more

TPA, dari Sumber Bencana ke Sumber Devisa

TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah telah longsor dan memakan korban jiwa puluhan orang. Sungguh memilukan. Kita tidak dapat menyalahkan hujan deras. Hujan itu hanya pemicu saja. Kesalahannya jelas pada kelalaian instansi teknis di Pemda Kota Bandung, Kota CImahi, dan Kabupaten Bandung. Jauh-jauh seharusnya mereka sudah melihat bahwa teknologi yang digunakan tidak layak teknis, terutama dalam … Read more

Kasus Ambalat dan Kesadaran Nasional

Klaim Malaysia atas Blok Ambalat di kawasan Laut Sulawesi sebagai wilayahnya, sungguh telah membuat kita terperanjat dan menyadarkan kita bahwa kita masih memiliki harga diri. Selama ini,kita sibuk dengan seribu satu persoalan yang menghimpit dan menyesakkan dada, sehingga hal yang sangat prinsip menyangkut keberadaan kita sebagai negara merdeka dan berdaulat seolah terlupakan. Terlalu banyak masalah … Read more

Anggaran Pemerintah Daerah dan Idealisme Pers

Kalangan DPRD sekarang terbilang lebih “berani” dalam mengimplementasikan hak budgeting-nya. Periode lalu (1999-2004), banyak anggota dewan yang terpeleset akibat salah arah dalam memainkan hak budgeting tersebut. Akibatnya, puluhan, bahkan ratusan anggota dewan harus rela digelandang ke meja hijau; mengubah sebutannya, dari Yang Terhormat, menjadi Terdakwa. Pada periode 2004-2009, banyak anggota dewan yang mencoba “unjuk gigi”. … Read more

Palestina, Abbas, dan Perdamaian

Presiden baru Palestina (2005) Mahmoud Abbas atau Abu Mazen adalah figur pragmatis dan moderat. Semua pihak, tidak hanya Israel, AS dan Eropa, tetapi juga kalangan Islamis seperti Hamas, menginginkan dia memenangi pemilu yang baru diadakan untuk jabatan presiden Otoritas Palestina. Abbas mengejutkan banyak pengamat dengan melakukan kampanye pemilu yang lihai di mana selama kampanye sempat … Read more

Propaganda Kenaikan BBM

Akhir-akhir ini (2005) berbagai medium televisi muncul iklan layanan sosial tentang Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Kementrian Komunikasi dan Informasi RI. Isinya menginformasikan bahwa subsidi BBM yang dilakukan hanya menguntungkan dan dinikmati kalangan tertentu. Dalam tulisan yang menyertai iklan tersebut dinyatakan bahwa subsidi yang diberikan pemerintah telah mencapai Rp.72 triliun dan 84% dari jumlah tersebut … Read more

Maut di Darat, Laut, dan Udara

Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia hingga saat ini (2005) masih tinggi. Data kepolisian menunjukkan, terdapat rata-rata 29 orang meninggal dunia setiap hari akibat kecelakaan di jalan raya. Sedangkan kecelakaan itu sendiri per tahunnya rata-rata mencapai 14.604 kejadian dengan jumlah korban 10.696 meninggal dunia. Tingginya angka kecelakaan di jalan raya sesungguhnya … Read more

Kurikulum Berbasis Literasi

Setelah dipersiapkan cukup lama oleh Pusat Kurikulum dengan melibatkan banyak pakar dan praktisi, tidak lama lagi Kurikulum 2004 akan diberlakukan secara nasional. Khusus mata pelajaran bahasa Inggris, kurikulum baru ini disebut Kurikulum Berbasis Literasi (disingkat KBL). Menggantikan kurikulum sebelumnya yang dikenal dengan KBK, yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi. KBL diharapkan mampu mendongkrak tingkat literasi anak bangsa. … Read more

Menawarkan Diri untuk Koalisi

“Status dan jabatan itu tidak berarti apa-apa”. (Lee kuan Yew, Menteri Senior Singapura) Sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi mengumumkan pasangan calon presiden yang akan masuk dalam pemilihan presiden kedua tanggal 20 September (2004) nanti, berbagai pihak telah begiliran saling berkunjung. Ada yang mengaku sebagai silaturahmi, ada pula yang katanya sekedar kangen-kangenan. Yang sedang … Read more

TNI Profesional,bukan TNI Politik!

Mewujudkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) profesional ternyata sama sulitnya dengan mendirikan demokrasi bagi sebuah negara yang baru keluar dari sistem otoriter. Dalam kondisi transisi politik, demokrasi dan institusi militer mesti dijahit bersama-sama agar keduanya tidak menempuh arah yang bertolak belakang. Pasca Soeharto,TNI (dulu ANgkatan Bersenjata Republik Indonesia-ABRI) yang dalam sejarahnya,terutama di era Orde Baru,kelewat berurusan … Read more

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.