Sedia Rencana Sesudah Hujan Asam

Seorang peneliti dari Bdan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Yunus S. Swarinoto, mengatakan tingkat keasaman air hujan di jakarta semakin tinggi dari tahun ke tahun. Bahkan pH-nya kini mencapai 4,20. itu sudah berada jauh di bawah pH= 5,6 sebagai ambang batas toleransi keasaman air hujan. Artinya, peluang kerusakan pada bangunan, bodi kendaraan, kehidupan biota laut, sungai, dan danau/situ di ibu kota, Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor jadi semakin besar.

Tingginya tingkat keasaman hujan di jakarta disebabkan oleh kian meningkatnya polusi udara di metropolitan ini. Dan itu sangat kasat mata. Dari ketinggian pesawat, kotornya skyline Jakarta terlihat jelas. Asap yang cokelat tebal menggumpal di awang-awang ibu kota.

Udara bersih jelas sangat vital bagi kelangsungan hidup manusia. Setiap orang umumnya tidak mampu memilih apakah udara yang dia hirup sehat atau tidak. Untuk itulah negara wajib memenuhi hak warganya atas udara bersih. Maka betapa kagetnya ketika kita membaca laporan status lingkungan hidup Indonesia yang diterbitkan oleh Kementrian lingkungan Hidup (KLH) pada September 2007.

Dalam laporan itu jelas terlihat, selama 2006 di 10 kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Palangkaraya, Pontianak, Pekanbaru, Semarang, Bandung, Medan, Jambi, Denpasar) jangankan untuk memenuhi hak atas udara bersih, untuk memantau kualitas udara secara lengkap dalam satu tahun pun KLH tak mampu melakukannya. Ini akibat makin memburuknya kondisi stasiun pemantau kualitas udara (air quality monitoring/AQM) di 10 kota tadi. Penyebabnya, fasilitas AQM itu tidak dirawat secara rutin. Padahal peralatan itu pada tahun 1998 dibeli dengan pendanaan dari utang luar negeri.

Polusi udara yang parah ini dapat dicegah. Buktinya tidak sedikit kota besar di seantero dunia yang mampu mengatasi polusi udara dan hujan asam. Hujan asam disebabkan oleh sulfur (dari bahan bakar fosil), karbon, dan nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen lalu membentuk SOx, CO2, dan NOx. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air, lalu membentuk asam sulfat dan asam nitrit yang mudah larut, sehingga jatuh bersama air hujan. Ketika pH-nya semakin turun di bawah 5,6, kadar keasaman tanah dan air permukaan akan meningkat.

Maka usaha-usaha untuk mengatasi hujan asam harus semakin digalakkan. Harapan itu kini peluangnya semakin besar. Situs resmi hadiah Nobel menyebutkan, panitia hadiah Nobel di Stockholm, Swedia (10/10/07), menganugerahkan penghargaan prestisius itu untuk Gerhard Ertl atas hasil risetnya terhadap proses kimiawi pada permukaan lapisan padat. Menurut Ertl, riset itu bermanfaat bagi pengembangan sistem pembersihan emisi gas karbon dari mobil/motor dan mencegah pengaratan pada bangunan maupun kendaraan.

Udara di kota-kota besar kita semakin kotor antara lain karena kian banyak kanlpot kendaraan yang mengeluarkan gas beracun seperti karbon monoksida dan timbal. Sekitar 80% polusi udara di kota-kota besar kita berasal dari sektor transportasi. Maka pihak berwenang harus benar-benar selektif dalam pemberian izin transportasi, giat dalam penerapan/sosialisasi program langit biru, peningkatan transportasi massal, mengurangi kemacetan terutama pada lalu lintas tanjakan, dan disiplin dalam pengujian kendaraan bermotor.

Kebijakan transportasi meliputi pengembangan standar emisi dan kebisingan kendaran bermotor sesuai perkembangan teknologi, pengadaan bahan bakar bersih (bensin tanpa timbal, solar berkadar sulfur rendah, bahan bakar alternatif/BBG), pengembangan kapasitas daerah, partisipasi masyarakat melalui pemeriksaan dan perawatan kendaraan bermotor, manajemen transportasi, serta mendorong peralihan transportasi ke arah angkutan massal. Selain bus, perlu segera dikembangkan transportasi massal dengan monorel, sehingga pembangunan monorel di Jakarta mestinya dipercepat.

Di samping itu, harus ada ketegasan dan konsistensi kebijakan transportasi terpadu dengan meningkatkan efisiensi penggunaan kendaraan bermotor. Yakni melalui instrumen insentif dan disinsentif. Dalam hal ini masyarakat dimotivasi agar sedapat mungkin berjalan kaki 1 km, bersepeda untuk perjalanan sejauh 10 km, dan naik mobil untuk perjalanan lebih dari 10 km.

Instrumen insentif berupa trotoar yang memadai, jalur sepeda yang aman, nyaman, dan kemudahan menyeberang jalan. Juga bus umum yang aman, nyaman, tepat waktu, dan dengan interkoneksi antara rute bus yang baik. Disinsentifnya yaitu melarang parkir di tepi jalan.

Pengurangan / pembatasan kendaraan bermotor tentu berdampak pada berkurangnya kemacetan lalu lintas. Baik instrumen insentif maupun disinsentif akan banyak mengurangi penggunaan BBM.

Gas beracun dari asap knalpot kendaraan sebenarnya bisa diserap dengan baik oleh Ziolite molecular siever (ZMS). Akan tetapi, kanlpot kendaraannya harus dirancang secara khusus.

Daya tarik kota-kota besar kita bisa pula ditingkatkan dengan membangun daerah belanja bebas kendaraan bermotor. Boleh kita contoh seperti Swedia, Jerman, dan prancis, sebab adanya daerah belanja bebas kendaraan bermotor di sana ternyata dapat meningkatkan bisnis dengan rata-rata 60-70%. Pariwisata pun menjadi ikut terpacu.

Masalah asap pabrik juga bisa kita atasi dengan menyiasati cerobongnya. Di Indonesia, model dan posisi cerobong asap pabrik telah mengakibatkan semakin parahnya polusi udara. Selama ini cerobong asap pabrik dibangun menjulang tinggi ke langit (vertikal) dengan harapan gas buangnya akan berterbangan ke angkasa. Padahal, gas buangnya akan terbawa lagi ke bumi ketika terjadi hujan, bahkan menjadi hujan asam.

Agar gas buang dari cerobong asap pabrik tidak turun bersama air hujan, cerobong asap bisa kita siasati dengan membangunnya secara horizontal dapat dialirkan ke bangunan bak air, sebab semua gas akan mudah larut dalam air. Setelah larut, debu halus asap akan mudah dipisahkan. Sedangkan airnya yang asam, dapat dinetralkan melalui media treated natural zeolite (TNZ) yang sekaligus mampu menyerap logam-logam berat beserta sisa-sisa racunnya…………#OP131107B#

Haris Suharjono, pemerhati masalah lingkungan perkotaan, alumnus Institut Teknologi bandung. (PR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: