TNI Profesional,bukan TNI Politik!

Mewujudkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) profesional ternyata sama sulitnya dengan mendirikan demokrasi bagi sebuah negara yang baru keluar dari sistem otoriter. Dalam kondisi transisi politik, demokrasi dan institusi militer mesti dijahit bersama-sama agar keduanya tidak menempuh arah yang bertolak belakang. Pasca Soeharto,TNI (dulu ANgkatan Bersenjata Republik Indonesia-ABRI) yang dalam sejarahnya,terutama di era Orde Baru,kelewat berurusan dengan bidang non-pertahanan,semacam politik,sosial,ekonomi,budaya atau ideologi,dikehendaki agar kembali ke barak.

Untuk itulah Dwifungsi ABRI doktrin yang acapkali berlawanan dengan sistem dan nilai demokrasi dicabut agar militer back to basic, hanya mengurus soal pertahanan. Terkait didalamnya adalah fungsi menjaga kedaulatan negara dari serangan militer yang berasal dari luar negeri serta rongrongan dari dalam negeri seperti ancaman separatisme. Tugas suci kaum serdadu itu cerminan dari sebuah kekuatan bersenjata profesional yang menjadi tuntutan setiap negara berdaulat….#OP060804#

Moh. Samsul Arifin, aktivis “Center for Buseaucracy Studies” (CBS) Jakarta

Comments
One Response to “TNI Profesional,bukan TNI Politik!”
  1. Singal mengatakan:

    TNI menjaga kemananan negara dan bangsa dari ancaman tanpa politik, mereka harus melakukan itu bersama rakyat barang tentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: