Kurikulum Berbasis Literasi

Setelah dipersiapkan cukup lama oleh Pusat Kurikulum dengan melibatkan banyak pakar dan praktisi, tidak lama lagi Kurikulum 2004 akan diberlakukan secara nasional. Khusus mata pelajaran bahasa Inggris, kurikulum baru ini disebut Kurikulum Berbasis Literasi (disingkat KBL). Menggantikan kurikulum sebelumnya yang dikenal dengan KBK, yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi. KBL diharapkan mampu mendongkrak tingkat literasi anak bangsa.

Kompetensi utama yang dituju melalui pendidikan bahasa adalah kompetensi berwacana (discourse competence), yakni kemampuan berkomunikasi lisan maupun tulisan dalam berbagai peristiwa komunikasi. Untuk maksud itu diperlukan kompetensi pendukung, yaitu Kompetensi tindak bahasa, kompetensi linguistik, kompetensi sosio-kultur,kompetensi strategi, dan kompetensi piranti pembentuk wacana.

Setiap kurikulum didasari filsafat atau teori tertentu yang diyakini benar oleh para penyusunnya. Ada beberapa teori pembelajaran bahasa, seperti teori kompetensi dan teori kebermaknaan, yang dijadikan rujukan oleh KBK dan KBL. Namun, yang dominan dalam KBL adalah teori literasi. Para penulis buku ajar, editor, dan penerbit seyogyanya memahami KBL ini. Bagaimanapun juga buku teks yang akan mereka hasilkan akan dinilai oleh Pusat Perbukuan, antara lain dengan melihat sejauh mana buku teks itu taat asas kepada KBL…#OP250105A#

A. Chaedar Alwasilah, Guru Besa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (PR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: