Bila Parpol Pecah

Perpecahan internal partai politik menggejala kembali. Setidaknya hal tersebut ditunjukkan oleh meruncingnya konflik internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Patai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), daan dalam kadar tertentu juga Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Kecenderungan perpecahan parpol-parpol tersebut segera mengundang perhatian publik : mengapa sampai terjadi, dan siapa yang diuntungkan?.

Kelihatannya sudah menjadi “hukum sejarah”, bila kekuatan politik partai politik (parpol) di Indonesia fluktuatif, kadang menguat kadang melemah. Kekuatan partai-partai politik menguat terkait dengan momentum-momentum politik tertentu. Demikain pula pada saat merreka melemah: ada momentum-momentum politik tertentu yang membuat konflik internal meruncing dan akhirnya pecah. Dalam sejarah politik Indonesia, kelihatannya fenomena divergensi atau perpecahan partai-partai politik lebih kerap terjadi, ketimbang penyatuan (konvergensi).

Para pengamat politik biasanya menunjukkan ada dua faktor penyebab meruncingnya konflik internal parpol: faktor internal dan eksternal……#OP100505C#

M Alfan Alfian M

Comments
One Response to “Bila Parpol Pecah”
  1. Singal mengatakan:

    Buat partai baru lagi atau lompat ke partai lain, bukan “gejala” tetapi “kebiasaan” hehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: