Para Santri dan Sejarah Cirebon yang Terpinggirkan

Ki Samadullah ini merintis pembangunan kota yang sekarang berkembang menjadi Cirebon diperkirakan jatuh pada tahun 1445 masehi. Ia adalah perintis adanya Cirebon sebagai sebuah negara yang berdaulat.

Cirebon saat ini tengah tertatih dalam usia yang makin renta. Dihitung dalam tahun masehi, konon Cirebon telah melewati perjalanan sejarah selama 535 tahun. Dan telah lama rakyat merindukan kehidupan yang penuh sejahtera di tengah kiprah manusia yang penuh kemunafikan dan ramai dengan geliat kemaksiatan.

Tampaknya penguasa Cirebon saat ini tak pernah mau membangun nilai-nilai sejarah yang sesungguhnya mampu menumbuhkan seraut wajah rakyat yang berjaya. Sejarah masa lampau tentang Cirebon yang pernah mengukir masa keemasan sebagai negeri tentram, damai, dan dihuni masyarakatnya yang bergelimang kemakmuran, tampaknya kian terpinggirkan. Padahal menurut para ahli seperti Prof. Dr, Siti Humamah, Dosen UGM, sejarah masa lampau Cirebon punya arti penting dan sarat dengan pelajaran bagi penguasa maupun rakyatnya.

Cirebon dulu hanyalah sebuah pedukuhan kecil bagian dari sebuah negeri besar Pakuan Pajajaran yang memiliki pelabuhan laut yang terletak di kaki Gunung Sembung dan Amparan Jati,sementara daerah lainnya masih berupa hutan belukar. Naskah kuno berjudul Carita Purwaka Caruban Nagari karya Pangeran Arya Carbon yang ditulis tahun 1702 Masehi mengisahkan bahwa Dukuh Pasambangan pada tahun 1482, masih menjadi daerah kekuasaan Pakuan Pajajaran dengan raja yang berkuasa Prabu Siliwangi.

Yang patut dicatat dan direnungi, penguasa pelabuhan Cirebon masa itu begitu menghormati tokoh agama Islam yang mendirikan pesantren di sekitar pelabuhan meski ia sendiri bukan pemeluk Islam. Maka tokoh agama dan seorang kiai asal Mekah yang bernama Syekh Datuk Kahpi atau Syekh Idhofi juga disebut Syekh Nuruljati, membalas penghormatan penguasa pedukuhan itu dengan membantu pembangunan pedukuhan Cirebon, hingga berkembang pesat menjadi sebuah pedukuhan dengan pelabuhan yang besar dan terkenal di kalangan pedagang nasional maupun internasional…#OP030605B#

Sumbadi Sastra Alam,Ketua LSM MpeR Bidang Sosbudpol, Humas Lembaga Kebudayaan Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: