Persoalan Akuntabilitas Publik

Bencana di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Leuwigajah tanggal 21 Februari 2005 menelan korban lebih dari 100 jiwa. Meskipun telah diketahui jumlah korban serta dugaan penyebab longsor, penyelesaian kompensasi dan pertanggungjawaban publik belum jelas juga. Siapa yang harus bertanaggungjawab atas bencana tersebut? Bagaimana poses dan mekanisme penelusuran tanggungjawab? Dalam bentuk apa tanggungjawab tersebut diwujudkan? Apa yang harus dilakukan agar bencana yang sama tidak teulang?

Pertanyaan-pertanyaan mahabesa skala lokal ini memerlukan jawaban segera. Selain persoalan besar yang belum tuntas tersebut, timbul kesan kuat di masyarakat bahwa pihak yang seharusnya bertanggungjawab belum menunjukkan akuntabilitasnya secara nyata.

Di Jepang, tubuh Presiden West Japan Rail (JR) Company, Takeshi Kakiuchi, terlihat membungkuk nyaris membentuk huruf L untuk mengekspresikan kedukaan dan penyesalan atas kecelakaan kereta di Amagasaki, pinggiran Kota Osaka tanggal 25 April 2005. kecelakaan tesebut menewaskan 107 orang dan ratusan lainnya luka-luka. Tulisan pendek ini mencoba untuk mengambil pelajaran dari kedua bencana tersebut di atas dari perspektif akuntabilitas publik (public accountability)….#OP060605A#

Chay Asdak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: