Membayangkan Pembangunan Bandung Timur

Tapi sebenarnya udara kota adalah penipuan sekaligus harapan. Menggiring pada harapan,dan harapan yang mungkin menghentikan kegelapan kota yang dihuni aneka golongan. Di kota terdapat anonimitas, multiperaturan, dan “kebebasan” untuk memilih yang terasa janggal karena terjadi secara mendadak.

Beberapa hari terakhir ini, terdapat banyak berita di harian ini yang mulai mewacanakan pembangunan Kawasan Kota Bandung Timur. Dimulai dari pernyataan Ketua DPRD Kota Bandung dan Wali Kota Bandung, kemudian pernyataan kesiapan beberapa investor, dan terakhir (Senin 31 Mei 2005) tertulis “Gede Bage Butuh lahan 526,3 ha”. Pada pernyataan wali kota ditegaskan, butuh kesiapan sarana dan prasarana, ini pernyataan cukup bagus yang menunjukkan kehati-hatian, seraya kami-yang berdiam di wilayah Bandung Timur- membayangkan adanya proses pertimbangan segala aspek bagi rencana pembangunan di kawasan ini.

Namun bayangan ini buyar, pada berita yang mengungkapkan, persiapan sarana dan prasarana ternyata hanya sebatas perhatian pada benda-benda mati,”Adapun nantinya akan dilakukan penelitian kondisi geologi, kondisi hidrologi, air baku, drainase, danau buatan; kondisi tanah, pemetaan tanah, konstruksi dan sesmik, penelitian rencana penanganan limbah, IPAL, sampah, dan rencana tata ruang, development brief dan pola kerja sama”. (PR Senin 31 Mei 2005)

Pembangunan tentu terkait dengan benda-benda, paling tidak dalam pemahaman biasa, yakni mendirikan bangunan tertentu di atas tanah. Ini memang pemahaman lazim yang biasa dilakukan oleh kita selama ini, suatu pemahaman yang tidak menjadikan kondisi dan modal-modal sosial, budaya, agama sebagai pertimbangan. Padahal semua orang pernah mengalami-atau paling tidak menyaksikan-efek pembangunan yang menghasilkan biaya sosial budaya yang tak kurang serius….#OP070605B#

Wahyuddin Dharmalaksana, Ketua Pusat Studi Pembangunan Kawasan Bandung Timur (PSPK-BT) (PR)

Comments
One Response to “Membayangkan Pembangunan Bandung Timur”
  1. kupatahu28 mengatakan:

    Tolong dipikirkan secara benar, jgn asal maen gusur, seperti yg terjadi pada pemandian cihampelas. Padahal pemandian ini termasuk dalam bangunan yg dilindungi, pemkot klo kerja yg bener dong..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: