Gempa Bumi – Earth Quake 01

Gempa bumi adalah suatu gejala phisik  yang ditandai dengan bergetarnya bumi dengan berbagai intensitas. Sejak dahulu kala, sepanjang sejarah manusia, gempa bumi telah dikenal.

Getaran-getaran bumi dapat disebabkan oleh banyak hal dan menurut penyelidikan Richter, ada sekitar 25 hal yang dapat menyebabkan gempa bumi, berkisar dari keadaan lalu lintas, getaran-getaran mesin, badai, peledakan, tanah longsor, runtuhnya tambang galian, meletusnya gunung berapi, dan goncangan tektonik, yang dapat menyebabkan suatu alat seismograph bergetar.

Semua getaran-getaran tesebut di atas terjadi karena terlepasnya suatu energi secara tiba-tiba. Energi tersebut dapat berbentuk energi potensial gravitasi (tarikan gravitasi – tanah longsor), energi kinetik (energi gerak – getaran mesin, lalulintas), energi kimia ( energi reaksi kimia – peledakan), atau elastic strain energy ( energi rengangsusut – kerak bumi ).

Dari semua energi tersebut, yang paling potensial merusak terutama bangunan adalah pelepasan stress energy yang menyebabkan gempa bumi tektonik. Tektonik berasal dari bahasa Yunani Tekton yang berarti membangun. Perkataan tersebut merujuk pada gempa bumi akibat gaya-gaya geologi yang membangun gunung-gunung.

Gempa bumi tektonik hanya dapat timbul bila 2 syarat utama dipenuhi, yaitu :

  1. Harus terjadi penimbunan tegangan secara perlahan-lahan pada batu-batuan di dalam bumi.
  2. Batu-batuan di dalam bumi tersebut harus cukup kuat untuk dapat menimbun tegangan hingga mencapai suatu besaran tertentu. (± 1020 – 1025 ergs, ergs satuan energi).

Bila kedua syarat tersebut tidak terpenuhi maka dapat dipastikan tidak akan terjadi gempa bumi tektonik. Anggapan yang diterima saat ini adalah suatu gempa bumi akan terjadi karena adanya pelepasan stress energy yang telah tertimbun di dalam batu-batuan. Penimbunan tegangan tersebut karena tejadinya pergerakan-pergerakan di dalam bumi.

Teori yang dipakai untuk menerangkan terjadinya pergerakan-pergerakan tersebut adalah “Sea Floor Spreading Theory” yang dikembangkan oleh FJ Vine dan DH Mathews pada tahun 1963. teori tersebut menyatakan bahwa permukaan bumi seluruhnya tertutup oleh lebih dari 10 lapisan Lithosperic, yaitu lapisan yang mempunyai ukuran yang berbeda-beda dan tebalnya berkisar antara 50-100 km. Benua-benua  terletak diatasnya dan diangkat oleh pergerakan lapisan tersebut…….#BC001719#

Isbu Iman M ST. Dosen Fakultas Teknik Winaya Mukti Jatinangor kab.Sumedang, Seminar Antisipasi Gempa pada Perancangan Bangunan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: