“Dana Taktis”, Asli Buatan Indonesia

Kota Chicago di Amerika identik dengan Michael Jordan. Era kebesaran tim bola basket Chicago Bulls bersama Jordan awal 90-an pernah sangat mengglogal gaungnya. Walaupun begitu, Chicago di masa lampau, awal abad 20 pernah dikenal sebagai kota mafia.

Seorang penguasa mafia bernama Al Capone menjadi raja kecil di sana. Usaha dari perjudian, prostitusi, dan alkohol telah menjadikannya sangat kaya. Sangat kaya sehingga bisa “membeli” semua pejabat, mulai dari kepala kepolisian sampai gubernur. Tidak heran jika kemudian ia disebut untouchable (dalam konteks ini tidak tersentuh aspek hukum).

Untunglah seseorang berbuat sesuatu. Katakanlah seperti KPK-nya Chicago. Tentu saja langkah mereka tidak gampang menghadapi raksasa seperti Capone. Barang bukti susah didapat karena uang haram Capone sudah melalui proses money laundring (cuci uang). Barulah, ketika akuntan Capone bisa ditangkap beserta buku pencatatan, Capone tidak bisa berkutik lagi. Disana tertulis jelas aliran uang haram Capone beserta jumlah yang “dicuci”.

Capone pun takluk. Siapa sangka seorang raksasa tumbang oleh goresan angka-angka yang rumit di sehelai kertas yang dikenal  akuntansi?

Sama halnya di Indonesia, kasus dugaan korupsi di KPU mulai memanas ketika Kepala Biro Keuangan Hamdani Amin mulai diperiksa. Catatan arus uang dengan sendirinya akan memperlihatkan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Akuntasi sendiri sendri didefinisikan oleh American Accounting Assosiation sebagai proses mengidentifikasi, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi ekonomi sebagi dasar pertimbangan dan pengambilan keputusan para pemakainya.

Definisi lain datang dari American Institute of Certified Public Accountans bahwa akuntasi sebagai pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam uang, transaksi-transaksi dalam uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya bersifat keuangan dan penafsiran dari hasil-hasilnya……#OP110605A#

Yonghan, Dosen tamu Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, alumni program “Fellowship Singapore International Foundation”. (PR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: