Kereta Api Kita Berwajah Monster

Makin hari makin ngeri naik kereta api. Kecelakaan yang terjadi sejak tahun (2004) lalu menjadikan kereta api kita semacam pencabut nyawa, mengubah wajahnya menjadi monster.

Akibatnya, puluhan nyawa orang melayang, ratusan lainnya cacat, dan kian banyak kereta serta lokomotif yang rusak.

Bahwa ada yang salah dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (PT KA), semua tahu. Di Indonesia penyebabnya tidak hanya internal, faktor eksternal juga dominan.

Tabrakan KA dengan kendaraan jalan raya lebih banyak disebabkan pemakai jalan raya. Harus dipahami, kesalahan tetap ada di pihak pemakai jalan raya – pelintas rel KA – meski pintu perlintasan tidak ditutup.

Pembangunan pintu perlintasan KA adalah untuk melindungi KA, bukan pemakai jalan raya. UU Nomor 13 Tahun 1992 tentang perkeretaapian dan peraturan pelaksanaanya menyebutkan, KA dapat prioritas lewat dibandingkan dengan moda angkutan jalan raya.

Tumbuhnya permukiman disekitar rel KA meningkatkan gangguan karena pasar dan perlintasan liar tumbuh. Masayarakat menganggap KA seperti moda angkutan jalan yang behenti jika ada orang menyeberang. Padahal, KA dengan delapan gerbong berkecepatan 40 km pe jam baru berhenti 400 meter setelah direm, kecepatan 70 km per jam perlu 800 meter.

Tabrakan anatar kereta memperkuat indikasi degradasi berbagai segi di tubuh BUMN itu, tidak hanya dalam peralatan keselamatan, tetapi juga disiplin karyawan. Ada upaya meremehkan prosedur, padahal industri jasa angkutan harus menjalankan prosedur keselamatan yang berlapis-lapis dan harus ditaati.

Di jalur KA Jakarta-Bogor digunakan sistem blok untuk persinyalan sehingga jumlah KA yang dijalankan di antaa dua stasiun bisa lebih banyak, tidak hanya satu seperti di jalur PT KA lainnya. Aturan baku, di satu blok tidak bolah ada dua kereta bersamaan, harus bergantian dan berurutan. Batas blok ditandai dengan lampu-lampu sinyal elektrik otomatis.

Jika di satu blok ada KA sedang berhenti atau sedang menuju blok di depannya, lampu sinyal masuk dari blok dibelakangnya akan menyala merah. Begitu KRL di blok itu menginjak sensor blok berikutnya, lampu yang semula merah akan berubah hijau sehingga KA berikut boleh menyusul masuk….#OP050705A#

Moch S Hendrowijono, Wartawan, Tinggal di Cisaua, Bandung (Kompas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: