Muhammadiyah dan Kiri Islam?

Kali ini muktamar Muhammadiyah (3-8 Juli 2005) mempertaruhkan banyak soal persyarikatan: wacana kritis yang dibawa kaum muda, terutama wacana kiri yang ingin menjadikan Muhammadiyah sebagai partai politik.

Ada tiga hal mengapa pergolakan wacana kritis-progresif menjadi penting/

Pertama, banyak kaum muda Muhammadiyah merintis jalan baru, dalam Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) atau yang tak terwakili JIMM. Mereka bergelut mengurus anak jalan, petani, dan ada yang didunia perempuan.

Mereka resah soal pembakuan dogmatis Islam Murni. Sinyal dari kelompok muda menunjukkan, mereka sedang berbicara atas nama zamannya.

Kedua, terjadi benturan tentang apa yang diinginkan kaum muda dengan sebagian sosok tua di persyarikatan. Dalam beberapa hal terjadi sarkasme untuk menghakimi sejumlah pikiran kaum muda.

Pemikiran kritis dianggap sesat, tidak memiliki pijakan di Muhammadiyah.

Ketiga, amal usaha Muhammadiyah kian banyak dengan didirikannya sekolah, universitas, rumah sakit, klinik bersalin, pati asuhan. Tetapi pada saat yang sama muncul paradoks: mengapa berobat di rumah sakit Muhammadiyah amat mahal?

Semua itu memompa semangat kaum muda. Sikap kritis mereka tidak bisa dibendung……#OP050705C#

Nur Khalik Ridwan, penulis buku Borjuis: Kritis atas Nalar Islam Murni (2004) (Kompas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: