Budaya Perkeretaapian

Rentetan kecelakaan KA (kereta api) telah berlalu begitu saja. Dan esoknya hari bahaya kecelakaan masih tetap mengintip di sepanjang jalan baja. Faktor utama penyebab kecelakaan tetap saja menjadi enigma. Sedangkan faktor sekundernya telah menjadi berkas acara pemeriksaan pihak kepolisian daerah. Padahal, kondisi perkeretaapian nasional yang tengah mengalami keropos prasarana dan sarat mismanajemen memerlukan pembenahan yang sangat mendasar.

Rentetan kecelakaan KA bukan semata-mata disebabkan oleh human error petugas digaris depan. Juga bukan didominasi oleh malfunction lokomotif, gerbong atau prasarana perkeretaapian lain. Akar persoalan yang esensial adalah rusaknya budaya perkeretaapian nasional yang meliputi budaya kerja personel dan budaya korporasi. Akibatnya kecelakaan KA terus berulang dan menjadi siklus lingkaran setan yang tidak mampu diputus. Oleh sebab itu rekonstruksi budaya perkeretaapian nasional sangat penting.

Kerusakan budaya itu merembet kronis hingga ke unit kerja tekecil dari entitas perkeretaapian. Rusaknya budaya korporasi perkeretaapian selain diakibatkan oleh salah urus manajemen yang disertai dengan maraknya berbagai praktik korupsi, juga karena tidak konsistennya politik atau kebijakan perkeretaapian nasional pemerintah. Akibatnya, berapa pun besarnya upaya dan dana APBN yang dikucurkan untuk menyuntik arus kas PT KA akan sia-sia, sarat kebocoran dan tidak tepat sasaran.

Begitu juga dengan belanja teknologi dalam bentuk lokomotif, sistem persinyalan, alat komunikasi, dan prasarana KA lainnya tidak pernah berlangsung secara optimal. Kokohnya budaya perkeretaapian di negara-negara lain seperti halnya di RRC bermula dari konsistensi rencana induk kebijakan perkeretaapian yang diikuti dengan penerapan disiplin kerja yang ketat, peningkatan kompetensi teknologi secara progresif, serta pemberantasan korupsi, serta mark-up sampai kemodus terkecil.

Tidak mengherankan jika RRC sekarang ini mampu membangun jalur KA menuju “atap” dunia, yakni jalan langit antara dataran Qinghai-Tibet. Dengan budaya perkeretaapian yang kokoh RRC mampu membangun jalan KA yang paling tinggi diatas permukaan laut di dunia sepanjang 1.142 kilometer. Rintangan alam yang berupa tanah beku berhasil diatasi dengan rancangan teknis sipil jalan KA. Tanah beku merupakan berbagai macam tanah batu dan tanah yang mengandung es di mana suhunya di bawah 0 derajat Celcius. Dalam keadaan membeku, volume tanah beku akan mengembang; sedangkan di musim panas, tanah beku mencair, volumenya menyusut.

Kerusakan budaya perkeretaapian selama ini juga mencuat dalam bentuk konflik anatara pihak serikat pekerja dengan manajemen. Serikat pekerja dinilai acap kali mencampuri urusan manajemen di luar kapasitasnya. Akibatnya, konflik yang bermula dari hal-hal normatif telah bergeser sehingga mendistruktif kinerja perusahaan. Oleh sebab itu, dibutuhkan ketegasan dari pemerintah dalam hal ketetnagakerjaan dengan mengacu undang-undang yang berlaku.

Postur karyawan PT KA yang begitu gemuk hingga mencapai jumlah sekitar 38 ribu orang, sangat tidak proposional bila dibandingkan dengan revenue atau pendapatan perusahaan dan beban kerja aktual pada saat ini. Sehingga ratio antara jumlah perjalanan KA beserta fasilitas pendukungnya, bila dibandingkan dengan job establishmentsangatlah timpang. Akibatnya banyak karyawan yang beban kerjanya sangat mninimal. Berdasarkan penelitian pihak manajemen beberapa tahun yang lalu, bahwa jumlah karyawan yang minimal beban kerjanya mencapai 11 ribu orang.

Namun, dilain pihak juga ada segmentasi pekerjaan yang over beban kerja, seperti masinis, teknisis depo, dan lain-lain. Dengan kondisi personal seperti itulah maka sampai kapanpun PT KA tidak pernah efisien dan sehat. Selain itu perusahaan juga sulit melayani konsumen dengan baik karena urusan internalnya saja masih amburadul. Persoalan ketenagakerjaan dan job establishmnet and grade system di lingkungan perkeretaapian belum pernah tuntas.

Selain itu, pengembangan kompetensi teknologi perkeretaapian juga masih stagnan. Direksi sekarang lebih memilih menunda-nunda persoalan. Sebagai contohnya adalah masalah dana pensiun karyawan, dimana pihak direksi begitu mudah melemparkan bola panas kepada pemerintah. Disini pemerintah “dipaksa” menalangi tunggakan past service liabilities (PSL) dana pensiun karyawan yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

Seharusnya pihak manajemen bersama serikat pekerja sejak dini telah menetapkan sistem dana pensiun yang realistis, yang banyak mengalami penyimpangan fungsi berpotensi membahayakan perjalanan KA. Apalagi berbagai kecelakaan KA akhir-akhir ini bermula dari lemahnya respons dan tindakan dari aparat yang bertugas di stasiun. Degradasi fungsi dan prasarana stasiun KA merupakan salah satu akar masalah perkeretaapian nasional. Praktis pihak manajemen PT KA tidak berdaya membenahi berbagai prasarana di stasiun.

Utamanya prasarana penumpang kelas ekonomi. Hingga saat ini belum ada program pengembangan terpadu kawasan stasiun. KA belum menangani pelayanan KA kelas ekonomi secara baik. Ada indikasi bahwa dana public service obligation (PSO) digunakan menyimpang, yakni untuk menutupi defisit biaya ketenagakerjaan. Untuk itulah diperlukan audit investigasi secepatnya untuk mengidentifikasi berbagai penyimpangan dan praktik korupsi. Apalagi baru-baru ini salah satu komisaris PT KA telah menyatakan ada ketidakberesan dalam hal pelaporan keuangan.

Kondisi stasiun KA kebanyakan sarat dengan berbagai persoalan. Kawasan stasiun KA yang banyak mengalami penyimpangan fungsi berpotensi membahayakan perjalanan KA. Apalagi berbagai kecelakaan KA akhir-akhir ini bermula dari lemahnya respons dan tindakan dari aparat yang bertugas di stasiun.

Praktis pihak manajemen PT KA tidak berdaya membenahi berbagai prasarana di stasiun. Utamanya prasarana penumpang kelas ekonomi…..#OP010207A#

Totok Siswantara, Pengkaji Budaya Transformasi Teknologi, tinggal di Kab. Bandung. (PR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: