Sehari Cimahi Bakar 75 Ton Batu Bara

CIMAHI, KOMPAS.com – Sedikitnya 50 pabrik atau perusahaan industri di Kota Cimahi, Jawa Barat, menggunakan bahan bakar batu bara dalam proses produksinya.
“Ada sekitar 50 pabrik di Cimahi yang menggunakan bahan bakar batu bara,” kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan (Kasi PPL) Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cimahi, Ir Rachman, di Gedung Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi.

Setiap harinya rata-rata pabrik di Kota Cimahi menggunakan 15 ton hingga 75 ton baru bara. “Dari jumlah tersebut (15- 75 ton batu bara), setidaknya 10 sampai 20 persennya menghasilkan limbah dan yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3),” kata Rachman.

Dengan demikian, diperkirakan setiap pabrik per harinya membuang sekitar 300 limbah batu bara sisa pembakaran berupa limbah halus serupa debu dan limbah kasar semacam pasir, yang mengandung limbah bahan bekas berbahaya (B3).

Oleh karenanya, pihak Kantor Lingkungan Hidup Kota Cimahi telah menginstruksikan ke 50 pabrik pengguna batu bara, supaya tidak sembarang membuang limbah batu bara.

Selain itu, Kantor KLH Kota Cimahi juga memberi kesempatan kepada pihak swasta atau investor untuk memanfaatkan limbah batu bara menjadi sebuah produk barang yang bermanfaat dan bebas dari limbah B3.

“Untuk pembuangan limbah, kami telah bekerja sama dengan pihak lain untuk menyediakan tempat yang telah ditentukan, yakni Karawang dan Palimanan,” katanya.

Terkait dengan pemanfaatan limbah batu bara yang melibatkan investor di Kota Cimahi, Rachman, mengatakan dari sekitar 300 ton limbah per hari yang dihasilkan 50 pabrik di Kota Cimahi, hanya 134,5 ton limbah per harinya, dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti pembuatan batako.

“Memang sudah ada pihak swasta yang mengajukan izin pemanfaatan limbah batu bara, tapi kita tidak begitu saja terima, karena harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan,” ujar Rachman.

Dikatakannya, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi perusahaan untuk mendirikan pengelolaan imbah B3 ialah harus ada kesiapan mesin atau teknologi untuk mengolah limbah tersebut menjadi barang yang aman dari B3 dan harus ada analisa dampak lingkungan (Amdal).
BNJ KAMIS, 13 AGUSTUS 2009 | 10:02 WIB
Sumber : ANT

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/08/13/10023117/

wah.sehari.cimahi.bakar.75.ton.batu.bara

Batubara merupakan batuan hidrokarbon padat yang terbentuk dari tetumbuhan dalam lingkungan bebas oksigen, serta terkena pengaruh tekanan dan panas yang berlangsung sangat lama. Proses pembentukan (coalification) memerlukan jutaan tahun, mulai dari awal pembentukan yang menghasilkan gambut, lignit, subbituminus, bituminous, dan akhirnya terbentuk antrasit.

Di Indonesia, endapan batubara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier, yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan), pada umumnya endapan batubara tersebut tergolong usia muda, yang dapat dikelompokkan sebagai batubara berumur Tersier Bawah dan Tersier Atas.
Potensi batubara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batubara walaupun dalam jumlah kecil, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi.

Potensi yang besar dari batu bara di Indonesia tersebut menimbulkan adanya usaha-usaha pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi alternatif pengganti di saat harga bahan bakar minyak yang terus melambung. Namun sampai saat ini usaha-usaha pemanfaatan batu bara masih berkisar dalam pemanfaatan skala besar mengingat karakteristik batu bara yang tidak mudah dinyalakan dan tidak mudah pula untuk dimatikan sehingga dirasa tidak praktis untuk rumah tangga, misalnya pada industri-industri, dan termasuk PLN juga mempunyai porsi yang cukup besar sehingga seiring dengan kebutuhan energi yang semakin meningkat, Pemerintah Republik Indonesia melalui Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN Persero) telah mendirikan sebuah anak perusahaan baru yang bergerak di bidang pengusahaan batubara. Karena batubara merupakan bahan utama dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang aktif dioperasikan di seluruh Indonesia. Dengan rasio tersebut, maka dibentuklah PT PLN Batubara yang memiliki maksud dan tujuan untuk menjaga keamanan pasokan batubara sebanyak 25% dari kebutuhan PT PLN (Persero).

Disamping itu batu bara mempunyai sisa pembakaran yang tidak sedikit dan tidak bisa sembarangan dibuang karena sifatnya termasuk dalam limbah B3. Pemanfaatan batubara dalam jumlah besar berarti juga akan ada limbah padat (abu) dalam jumlah besar, sehingga diperlukan usaha-usaha untuk menjadikannya bahan yang dapat di manfaatkan dalam berbagai hal seperti untuk bahan bangunan. Belum lagi sisa pembakaran dalam bentuk gas diperlukan juga usaha-usaha untuk mengurangi hasil emisi agar tidak merusak lingkungan atmosfir bumi.

Sampai saat ini pemahaman masyarakat awam mengenai batu bara masih berkutak pada batu bara sebagai briket dalam berbagai bentuk. Padahal telah banyak dilakukan penelitian terhadap batu bara ini dalam usaha untuk menjadikannya layak untuk dimanfaatkan sehari-hari. Baik dari segi kepraktisannya maupun dari optimalisasi besar energi yang dihasilkan diantaranya menjadikan batu bara dalam bentuk cair. Usaha-usaha tersebut tampaknya timbul tenggelam di telan waktu hingga saat ini.

Komitmen dari pemerintah dan sosialisasi kepada masyarakat tampaknya perlu lebih ditingkat kalau memang batu bara akan dijadikan sumber energi alternatif pengganti bahan bakar minyak. Disamping dalam pemanfaatan produknya tampaknya juga ada masalah dalam penambangannya karena jelas akan merusak lingkungan diatasnya. Pola penambangan batu bara cenderung horizontal tidak seperti bahan bakar minyak yang cenderung vertikal. Banyak hal yang masih harus dilakukan dalam pemanfaatan batu bara di Indonesia, Cimahi barulah bagian kecil wilayah di Indonesia yang memanfaatkan batubara seberapa besar bila memperhitungkan seluruh wilayah di Indonesia……#OP250809IP#

http://www.tekmira.esdm.go.id/data/Batubara/ulasan.asp?xdir=Batubara&commId=5&comm=Batubara

http://ilmubatubara.wordpress.com/2006/09/23/batubara/

http://www.plnbatubara.co.id/news.php

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: