Penjualan Saham Perdana

Semakin berkembangnya suatu perusahaan akan membawa konsekuensi pada tuntutan peningkatan pelayanan bagi pelanggannya. Peran perusahaan untuk menciptakan keunggulan dalam menghadapi persaingan amat berpengaruh terhadap pasar yang dituju. Keinginan untuk melakukan perbaikan operasi, telah mendorong beberapa perusahaan melakukan privatisasi atau go public. Dengan go public terjadi perubahan sistem kontrol ke mekanisme pasar. Mekanisme pertanggungjawaban tentunya juga akan mengalami perubahan, karena tanggung jawab perusahaan selain terhadap pemilik juga terhadap masyarakat pembeli saham perusahaan. Go public dikenal sebagai stimulus erstrukturisasi pasar. Sejauh mana tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut yang selama ini dikenal bekinerja baik. Go public diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan efisiensi perusahaan yang selanjutnya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah bahkan negara.

Secara teoritis Moore (1983) menyebutkan bahwa go public ditujukan untuk meningkatkan efisiensi suatu perusahaan dengan memasukkan dalam market condition yang selanjutnya memberi keuntungan bagi pemilik, pelanggan dan karyawannya. Shaoul (1997) menambahakan bahwa go public dapat dilaksanakan karena berbagai tujuan seperti memacu pendapatan perusahaan, mengurangi utang, memperoleh dana dari pasar modal, dan meningkatkan sebaran pemegang saham.

Bagi perusahaan yang baru pertama kali melepaskan saham di pasar modal, idealnya go public dilakukan di pasar modal (Initial Public Offering/IPO). IPO dapat menghasilkan dana segar dalam jumlah yang besar bagi perusahaan, tanpa harus kehilangan kendali atas perusahaan tersebut. IPO akan mendatangkan keuntungan yaitu adanya sifat tansparansi dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak untuk ikut membeli saham-saham perusahaan. Dengan demikian IPO ini cocock untuk dipilih apabila perusahaan baru pertama kali melepaskan sahamnya, memiliki kondisi keuangan yang baik dan memiliki kinerja manajemen yang baik.

Perkembangan pasar modal Indonesia sangat terpengaruh oleh kondisi makro ekonomi. Menurut data Bapepamketika krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997 hingga tahun 1998, jumlah emiten hanya tumbuh sebesar 1% dengan nilai emisi saham tumbuh sebesar 7,1% pada tahun 1998 dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar saham mulai kembali bergairah sejak tahun 1999. hal ini terlihat pada saat pasar modal menjadai sarana perusahaan dalam melakukan restrukturisasi. Pada tahun 1999 nilai emisi saham melonjak sebesar 172,2% yaitu dari Rp.75,9 triliun pada tahun 1998 menjadi Rp. 206,7 triliun pada tahun 1999. setelah mengalami peningkatan yang sangat signifikan pada tahun 1999, selanjutnya memasuki tahun 2000 hingga pertengahan 2005 jumlah emiten saham hanya tumbuh rata-rata 4,5% per tahun dengan nilai emisi mengalami pertumbuhan rata-rata 3,4% pada periode yang sama. Nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) pada tahun 2000 hingga 2002 sempat mengalami penurunan akibat kondisi ekonomi makro yang stabil. Namun demikian, dengan membaiknya kondisi makro ekonomi pada tahun 2003 memberikan pengaruh pada perdagangan di bursa sehingga nilai kapitalisasi pasar kembali tumbuh mencapai Rp. 1,249 triliun pada tahun 2006 dan terus tumbuh hingga bulan juli 2007.

Dari total nilai kapitalisasi pasar terdapat 45 perusahaan emiten yang memiliki nilai kapitalisasi terbesar dan berkisar antara Rp. 4,5 triliun-Rp.203 triliun. 30% dari perusahaan tersebut adalah perbankan, sisanya terdiri dari perusahaan telekomunikasi, otomotif, pertambangan, perdagangan dan jasa dll. Naik turunnya haraga saham di pasar modal secara internal dalam negeri sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro yaitu kekhawatiran inflasi tinggi, naiknya suku bunga, dan pergerakan kurs rupiah. Tetapi saat ini kekhawatiran tersebut dapat ditekan mengingat pada triwulan II 2007 inflasi terkendali yaitu sebesar 6.06%, BI rate yang terus menurun telah mencapai 8.25% serta kurs rupiah yang berkisar di angka Rp.9.100,00. Ini akan mendorong harga-harga saham, terutama sektor perbankan. Di samping itu indeks harga saham gabungan (IHSG) yang positif pada bulan akhir Juli-Agustus dan berkisar di antara angka Rp.2.256,00-Rp.2.348,00

Meskipun akhir-akhir ini terjadi koreksi di bursa saham yang juga menyebabkan rupiah terpelanting dan surat utang negara juga terkoreksi, yang disebabkan oleh krisis kredit subprime mortgage di Amerika Serikat, namun dengan melihat kondisi fundamental domestik, kondisi ini diperkirakan akan bersifat sementara. Melihat kondisi demikian dapat dikatakan tahun 2007 adalah momen yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan go public karena : (a) Kondisi Pasar Modal sedang baik (bullish) dan (b) Kondisi ekonomi makro yang stabil. Go public akan mempercepat peningkatan tata kelola perusahaan dan kinerja kearah yang lebih baik (Good Corporate Governance/GCG). Adanya go public akan membuat aset-aset perusahaan dinilai lebih tinggi dan juga lebih cepat berkembang. Disamping itu, peluang untuk mendapatkan dana segar akan lebih terbuka. Perusahaan-perusahaan yang selama ini baik kinerjanya, baisanya memanfaatkan dana segar melalui penawaran saham untuk mengembangkan bisnisnya. Sangat disayangkankan bila perusahaan yang memiliki kinerja baik tapi tidak mempergunakan peluang ini. Hal ini akan berdampak pada terbatasnya pasar atau wilayah pemasaran yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Dengan melakukan go public maka manfaat yang diperoleh selain dana segar dari penjualan saham juga semakin luasnya pasar serta berubahnya budaya perusahaan karena tuntutan profesionalisme. Sementara untuk menghindari dilusi kepemilikan saham pemegang saham lama yang terlalu besar oleh investor publik, perusahaan dapat melakukan pembatasan jumlah saham yang akan dijual dari jumlah modal yang ada. Di samping itu investor publik pada umumnya membeli saham untuk tujuan investasi, dengan persentase kepemilikan yang relatif kecil. Pada umumnya mereka tidak bermaksud untuk ikut serta dalam kegiatan operasional perusahaan……#OP060807A#

Ina Primiana, Ketua LMFE Unpad, Ketua ISEI Cabang Bandung Koordinator Jawa barat, Ketua LP2E Kadin Kota Bandung. (PR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: