Membangun Karakter Bisnis Pelaku UMKM

Sudah 62 tahun Indonesia merdeka, tapi benarkah kita telah merdeka, perjuangan bangsa ini belum selesai, perjuangan dalam melawan kemiskinan, pengangguran, dan kebodohan. Kita tentunya tidak menginginkan terjadi kesenjangan yang makin lebar di antara penduduk Indonesia di mana yang kaya makin kaya dan yang miskin makin terpuruk.

Salah satu upaya mengatasi kemiskinan dan dalam rangka mengisi kemerdekaan ini antara lain dengan memberdayakan para pelaku usaha kecil, menengah, dan sektor informal lainnya. Upaya ini sudah dilakukan sejak orde baru hingga kini, pemerintah tidak henti-hentinya terus memperhatikan para pelaku usaha kecil ini. Masalah yang sering dihadapi para UMKM biasanya adalah masalah permodalan dan akses mereka kepada pihak pemodal/keditur.

Masalah permodalan adalah masalah klise yang sering dihadapi oleh para pelaku UMKM. Namun sejak tahun 2005, dengan dicanangkannya Tahun Keuangan Mikro Indonesia dan Pogram Aksi Penanggulangan Kemiskinan, diharapkan aspek permodalan tidak lagi menjadi kendala bagi pelaku UMKM dalam menjalankan roda usahanya. Peranan pemerintah melalui Kementian Koperasi dan UMKM, dan perbankan bersedia memberikan bantuan dengan menyalurkan kredit kepada para UMKM dan Lembaga Keuangan lainnya, sangatlah penting dalam mengatasi masalah permodalan.

Jelas hal ini merupakan tekad dan upaya pemerintah yang memberikan keberpihakan kepada perbaikan ekonomi rakyat, melalui pemberdayaan usaha ekonomi di semua sektor, baik pwerkebunan, pertanian, perikanan, dan kehutanan. Malah pemerintah merencanakan akan mengucurkan dana Rp 1,4 triliun untuk menggerakkan usaha kecil dan menengah. Dengan upaya-upaya tersebut di atas diharapkan usaha UMKM akan menjadi roda penggerak bagi pilar perekonomian bangsa. Ada keyakinan nekuatan UMKM yang bergerak di sektor-sektor informal merupakan “katup pengaman” bagi mata pencaharian masyarakat bawah.

Di Indonesia, UMKM meliputi 99,99% pelaku usaha dalam perekonomian nasional negeri ini, yang menjadi sandaran utama mata pencaharian rakyat, sehingga usaha kecil dan menengah merupakan kekuatan ril yang perlu mendapat perhatian. Menurut data Badan Pusat Statistik, UMKM dapat menyerap lebih kurang 90% tenaga kerja nasional, demikian pula UMKM merupakan penyumbang utama pembentukan Product Domestik Bruto (PDB) nasional.

Upaya dan keberpihakan pemerintah kepada UMKM dan Koperasi, diwujudkan dalam berbagai cara, diantaranya dengan bantuan yang diberikan melalui kementrian koperasi, perbankan, dan bahkan melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL), malah sejak beberapa tahun lalu pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 424 Miliarr untuk melahirkan 6 juta pelaku UMKM.

Dana sebesar itu diperuntukkan bagi para pelaku usaha mikrro baru, dengan harapan para pelaku usaha mikrro tersebut bisa turut menekan masalah pengangguran yang semakin tinggi saat ini. Dana program pembiayaan produksi telah digfulirrkan, yang rencananya akan disalurkan melalui 5.557 lembaga keuangan mikrro di seluruh Indonesia, baik yang berbentuk Koperasi maupun BMT ( Baitul Malwa Tamwil) menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM dan Koperasi.

Namun ini semua harus disadari, jangan sampai pemanfaatannya tidak dipergunakan sebagai mana mestinya, kita sangat prihatin apabila mendengar kenyataan bahwa sekarang banyak Koperasi yang hanya namanya saja, karena didirikan semata-mata untuk mengharapkan bantuan pemerintah. Penulis setuju dengan pernyataan, pelaku UMKM khususnya yang akan menerima dana melalui Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) BBM, program pembiayaan produksi harus diseleksi secara ketat dan selalu dievaluasi.

Oleh karena itu, menurut penulis, para pelaku UMKM harus disiapkan dengan pembentukan mental dan karakter bisnis yang memadai, sehingga pada saat mereka memperoleh kucuran dana atau bantuan modal dapat benar-benar dimanfaatkan bagi kepentingan perkembangan usahanya. Pembentukan karakter dan mental bisnis ini tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan dan tidak cukup hanya dengan diberikan pelatihan dan seminar-seminar mengenai perencanaan bisnis atau pelatihan manajemen bisnis modern, tetapi perlu adanya pembinaan secara terus menerus melalui program dampingan manajemen baik dari pihak pemberi modal maupun dari P3UKM.

Apabila pelaku UMKM tidak memiliki mental bisnis yang baik, ketika memperoleh dana besar, mereka tidak tahu harus bagaimana memanfaatkannya, sehingga terjadi kecenderungan pemanfaatan dana kurang tepat yang berakibat bukannya usahanya menjadi maju malah menjadi hancur.

Karakteristik usaha kecil pada umumnya di Indonesia antara lain, usahanya lebih bwersifat perusahaan keluarga, dominasi pemilik/kepala keluarga sangat kuat, berbisnis dengan peralatan dan teknologi sederhana, administrasi dan manajemen keuangan masih sederhana, belum mengetahui dan memiliki jaringan bagi pemasaran produknya, kurang mengenal prosedur perbankan atau menjalin kerjasama dengan lembaga keuangan lainnya yang terkait dengan pengembangan usahanya.

Kelemahan tersebut dapat dikurangi, salah satu upayanya adalah dengan membangun karakter mental bisnis untuk setiap pelaku UMKM. Hal yang paling sederhana adalah mendidik mereka tidak berlaku konsumtif. Biasakan apabila memperoleh keuntungan untuk tidak dikonsumtif, seluruhnya untuk kepentingan pribadi, perlu dilakukan pemisahan antara kekayaan perusahaan dengan kekayaan pribadi. Perlu dilakukan administrasikeuangan meskipun sederhana, ini biasanya jarang dilakukan para pelaku UMKM karena ketidakpahaman dan ketidaktahuan bagaimana membuat administrasi keuangan yang baik.

Hal ini dapat menjadi masalah pada saat para pelaku UMKM tersebut mengajukan kredit baik kepada perbankan atau lembaga keuangan lainnya yang mengharuskan melampirkan laporan kemajuan usahanya sebagai persyaratan pengajuan kredit dsan seringkali hal ini kadang belum dipenuhi oleh para pelaku UMKM tersebut, sehingga memberi kesan kepada UMKM yang mengajukan kredit seolah-olah pihak perbankan (kreditur) mempersulit permohonan kredit tersebut.

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh para pelaku UMKM dalam berbisnis adalah perlunya takaran moral yang proposional, tidak berlaku curang dan khianat. Perilaku curang sangat dilarang oleh agama mana pun, malah Alquran menegaskan, kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang berlaku curang dan licik.

Disamping itu secara umum upaya lain yang dapat dilakukan untuk membentuk karakter bisnis para pelaku UMKM dalam rangka meningkatkan daya saing mereka anatar lain, perlu menumbuhkan sikap dan mental UMKM yang kreatif dan inovatif, mampu melihat peluang, jujur, ulet, dan mau bekerja sama. Peningkatan ketrampilan dan manajemen dengan diberi pelatihan baik kewirausahaan, perencanaan keuangan, dan diberi wawasan tentang bagaimana berbisnis yang cerdas dan beretika.

Melakukan kerjasama baik anatara perusahaan besar atau kerjasama antara UMKM lainnya yang dapat membentuk sinergi yang baik. Memperluas jaringan dengan asosiasi-asosiasi terkait. Dalam jangka panjang dengan menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi generasi muda pada umumnya dengan memberikan matakuliah kewirausahaan dalam kurikulum perguruan tinggi tidak terbatas hanya kepada para mahasiswa yang sedang menempuh ilmu di fakultas ekonomi saja, tetapi pada semua mahasiswa dari semua program studi.

Tujuannya agar kelak perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya mencetak para tenaga kerja yang siap bekerja di dunia kerja masing-masing sesuai dengan program studi yang dipilihnya, atau lulusan perguruan tinggi yang hanya memperpanjang pengangguran, tetapi juga diharapkan perguruan tinggi di Indonesia dapat menghasilkan tenaga atau sarjana yang memiliki jiwa wirausaha (karakter entreupreuner) yang handal, tangguh, dan beretika menghadapi kehidupannya kelak dalam persaingan yang makin ketat dan lingkungan yang penuh ketidakpastian. Wirausahawan sejati yang diharapkan, yaitu, orang yang memiliki tekad kuat untuk mencapai tujuan dan menginginkan perubahan masa depan yanag lebih baik. Baik di dunia maupun di akhirat kelak. Insya Allah……..(#OP280807B#)

Winwin Yadiati, dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Unpad Bandung. (PR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: