Bandung “Knowledge City”

Karakter kota Bandung saat ini sudah semakin tidak jelas dan kabur. Padahal, identitas kota itu penting dan menjadi daya tarik utama untuk didiami oleh warga dan untuk dikunjungi warga kota atau negara lainnya. Berbagai slogan sudah pernah disebarkan, tetapi sepertinya belum ada yang “menendang” dan mampu mengubah karakter kota ini.

Karakter suatu kota biasanya dapat dilihat dari karakter warganya, produk utama dari suatu kota, arsitektur bangunan atau landscape dari suatu kota. Inilah sebabnya kita sering mendengar istilah kota seni, kota industri, kota wisata, kota pendidikan, kota pantai, atau kota air/kanal.

Akan tetapi, ada satu ciri kota yang ingin saya usulkan dalam artikel ini, yaitu knowledge city atau kota pengetahuan, apa ciri-ciri knowledge city, tantangan apa yang harus dihadapi, dan bagaimana potensi Bandung untuk menjadi knowledge city, serta yang terpenting apa manfaat knowledge city untuk warga kota Bandung. Itulah yang ingin diuraikan secara sederhana dalam tulisan ini.

Ciri-ciri ini dibentuk oleh sebagian besar masyarakat kota dan menjadi nilai-nilai yang secara kolektif dimiliki oleh warga suatu kota. Knowledge city didominasi masyarakat berpengetahuan (knowledge society), yang menurut Evers (2005), memiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. Anggota masyarakat ini memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi dari masyarakat lainnya dan proporsi knowledge worker dalam tenaga kerjanya semakin meningkat.
  2. Industrinya sudah menggunakan teknologi modern dalam menghasilkan produk-prroduk.
  3. Organisasi pemerintahan, swasta, dan masyarakat sipilnya ditransfomasikan menjadi organisasi pintar (intelligent organization ).
  4. Jumlah knowledge yang terorrganisasi dalam bentuk pengalaman yang didigitalkan meningkat, yang disimpan dalam penyimpanan data, sistem ekspor, rencana kota,dan media lainnya.
  5. Warga kotanya memiliki karya-karya monumental baik di kota itu sendiri, maupun di kota lain.
  6. Memiliki pusat-pusat produksi pengetahuan dan ekspertis bwerupa sekolah, perguruan tinggi, museum, perpustakaan, laboratorium,dan padepokan yang unik, sehingga menjadi tempat tujuan orang dari berbagai penjuru dalam mencari pengetahuan.

Selain itu, karakteristik lainnya yang harus dimiliki untuk menjadi knowledge city adalah penduduknya menghargai keberagaman dan memperlakukannya sebagai sumber kekayaan. Kemudian warga dan pemerintahan kota menghargai sejareah, dengan memelihara dokumen dan situs-situs bersejarah. Selanjutnya, gaya hidup penduduk yang bersahabat dengan lingkungan dan alam, birokrasi pemerintahan yang sederhana, tetapi tegas, serta porsi e-literacy (kemampuan penduduk dalam mendayagunakan internet untuk kehidupannya) sudah mulai dominant.

Bandung memiliki sejarah panjang tentang pengetahuan dan tradisi keilmuan yang cukup panjang, di kota ini banyak ilmuwan kelas dunia berkarya, sebut saja Dr Junghun, yang makamnya masih dapat kita temukan di Jaya Giri Lembang, belum lagi pencinta ilmu seperti Boscha, yang namanya diabadikan untuk observatorium ruang angkasa di Boscha.

Di kota ini juga sudah dididik ribuan anak muda yang sudah berhasil menjadi pemimpin bangsa ini seperti Sukarno. Saya yakin Presiden SBY juga pernah digembleng di kota ini dalam perjalanan karier militernya karena sebagain besar pusat pendidikan dan pelatihan kemiliteran berada di kota ini atau sekitarnya. Tidak terhitung lagi pemimpin setingkat menteri, pengusaha, dan tokoh dalam berbagai bidang yang sedikit banyak pernah dibentuk di kota Bandung ini.

Bandung terkenal dengan pusat-pusat pengetahuan, pendidikan, penelitian, pelatihan,dan seni yang terpandang di negeri ini. Untuk pendidikan, kota ini memiliki ITB, Unpad, STT Telkom, dan lain-lain. Di bidang penelitian, di kota ini hadir LIPI, LAPAN, LEN, RDC (Research and Development Centre) Telkom, dan lain-lain. Untuk pusat pelatihan tidak perlu disebutkan lagi berbagai perusahaan dan lembaga menempatkan pusat pelatihannya di kota ini. Dari kota ini lahir seniman-seniman terkenal dalam berbagai bidang.

Penduduk Bandung juga memiliki berbagai hobi yang fun dan kreatif. Di sini klub-klub untuk para pehobi (hobbyist) ada dimana-mana dan kalau mereka mejeng atau konvoi sungguh menambah keindahan kota ini. Selain itu, Bandung juga memiliki banyak bangunan-bangunan bersejarah yang sering disebut-sebut dalam buku-buku sejarah negeri ini.

Berdasarkan uraian di atas, karakteristik masyarakat yang dikemukakan Evers itu sebenarnya sebagian besar syarat atau sifat itu sudah dimiliki Bandung. Tantangannya sekarang adalah bagaimana karakteristik kota ini dapat didayagunakan sebagai daya tarik kota dan  dan bagimana karakteristik tersebut dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota ini.

Tantangan utama dalam membangun knowledge city adalah membangun modal intelektual dari suatu kota. Modal intelektual itu antara lain dapat berupa :

  1. birokrasi pemerintahan yang sederhana, transpara, bersih, dan melayani masyarakat, merupakan faktor yang dominant dalam mempengaruhi suasana kota. Untuk mencapai ini pemerintah kota dapat menerapkan kebijakan-kebijakan khusus, misalnya dengan meningkatkan kesejahteraan pegawai pemerintahan dan di sisi lain menerapkan penegakan disiplin dengan tegas.
  2. Sistem perpajakan yang sederhana dan transparan, untuk itu berbagai pungutan yang tidak resmi dan tumpang tindih perlu dihilangkan. Kemudian penggunaan pajak juga harus transparan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
  3. Sistem hukum yang transparan dan adil, hal ini yang paling sulit dan sudah menjadi masalah nasional, namun pemerintah kota dapat melobi pihak yang berwewenang agar hakim, jaksa, dan polisi yang ditempatkan di Bandung adalah orang-orang bersih. Bahkan, pemerintah kota dapat memberi semacam insentif bagi penegak hukum agar mereka tidak perlu berperilaku macam-macam dalam melaksanakan tugasnya.
  4. Membenahi sistem pendidikan dengan merekrut pendidik yang professional dan mengupgrade guru-guru existing dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Di samping itu, pemerintah harus berusaha memberikan kesempatan bagi semua orang untuk memperoleh pendidikan sesuai talentanya.
  5. Pemerintah kota membangun infrastruktur komunikasi yang canggih sehingga seluruh sehingga warganya memiliki akses ke informasi yang mereka butuhkan.

Sumber kesejahteraan masyarakat saat ini bukan lagi terletak pada jumlah aset-aset fisik yang dimiliki, melainkan sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh warga suatu kota. Jika pemerintah mampu mengatasi tantangan-tantangan di atas, knowledge  environment akan terbangun dan suasana pengetahuan ini akan membuat masyarakat kota ini kreatif dan inovatif, pengusaha-pengusaha juga akan lebih banyak berkosentrasi memenuhi kebutuhan pelanggannya. Mereka tidak lagi direpotkan dengan berbagai pesan dari oknum tertentu atau pungutan-pungutan yang tidak lazim.

Karena sudah berpengetahuan, warga kota ini juga akan lebih menggunakan hati dan pikirannya daripada otot dalam menyelesaikan berbagai masalah. Mereka akan lebih rasional dalam menanggapi berbagai isu. Mereka tidak gampang lagi dipengaruhi oleh pernyataan berbagai tokoh yang berusaha mengarahkan atau menyesatkan.

Bandung sebagai knowledge city akan ramai dikunjungi wisatawan dan orang-orang yang ingin menggali ilmu dan seni dalam berbagai bidang. Kota ini akan dimeriahkan berbagai kegiatan ekspo, seminar, konferensi, atraksi seni, dan berbagai pertunjukan yang kreatif  sehingga membuat warga kota lain akan mendambakan untuk menginjakkan kakinya di kota ini. Ya, opini ini mungkin bersifat utopis, yang mudah-mudahan tidak diadopsi menjadi janji-janji kosong oleh para calon wali kota Bandung di masa mendatang.

Walau hanya mimpi, kalau pemimpin memiliki kemauan, bukan merupakan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Dan yang terpenting, dengan menjadi knowledge city, Bandung akan menjadi model bagi kota-kota lain di tanah air dalam membentuk masyarakat berbasis pengetahuan masyarakatr berbasis pengetahuan di Indonesia…….#OP010907A#

Paul L. Tobing, bekerja di Bandung, penulis buku “Knowledge Management: konsep Arsitektur dan implementasi. (PR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: