Bertumbuh Berkualitas

Menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sudah memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2007 berpotensi turun 0,1% menjadi 6,2% meleset dari target APBN-Perubahan 2007 sebesar 6,3%. Salah satu faktor determinasi yang menjadi penyebabnya adalah pertumbuhan investasi yang relatif masih rendah, baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri termasuk investasi berupa pembelanjaan barang modal dari sektor pemerintah. Bahkan, investasi dari sektor BUMN juga mengalami hal yang sama.

Pertumbuhan investasi tahun ini (2007) diperkirakan hanya mencapai sekitar 8-9,8%. Lebih rendah dibandingkan dengan target yang ditetapkan yakni 12,8%. Semua itu menyebabkan sektor riil tidak bergerak secara signifikan bahkan terkesan stagnan.

Sementara, para investor diduga lebih mengambil sikap menunggu sekaligus mencermati arah pergerakan ekonomi nasional. Perlambatan sektor investasi ini menyebabkan perekonomian tidak mampu menyerap angkatan kerja yang lebih banyak lagi. Dengan pertumbuhan 6,2%, diperkirakan penyerapan tenaga kerja hanya mencapai sekitar dua juta orang dari 2,1 juta angkatan kerja yang mengantre untuk mendapatkan pekerjaan.

Akibatnya, total pengangguran masih tergolong besar, 10-11 juta orang. Keadaan ini menjadi pekerjaan rumah besar dan sangat menantang bila kita ingin menjadikan pertumbuhan ekonomi lebih berkualitas dan prospektif. Begitu besarkah arti pertumbuhan ekonomi bagi bangsa yang sedang berkembang? Sudah tentu!

Pertumbuhan ekonomi adalah parameter kemajuan pembangunan di bidang ekonomi dalam suatu perekonomian. Sejauh mana kemajuan itu dicapai sangat bergantung pada seberapa besar tingkat pertumbuhan ekonomi dapat direalisasikan. Pertumbuhan ekonomi juga mencerminkan gambaran terbentuknya intensitas kegiatan ekonomi yang meningkat sekaligus refleksi keberhasilan dalam menggerakkan sektor-sektor lapangan usaha guna menghasilkan produksi nasional. Pertumbuhan ekonomi seharusnya memang meningkat sebagai gambaran meningkatnya pembelanjaan agregat masyarakat atas barang dan jasa yang diproduksi.

Pembelanjaan agregat masyarakat yang bertambah tentu menjadi dorongan agar kegiatan ekonomi menuju pada performa yang diinginkan. Inilah hendaknya yang menjadi agenda pokok negara berkembang ketika negara menghadapi kelebihan tenaga kerja dan besarnya jumlah penduduk yang masih didera beban hidup yang kian melonjak. Oleh karena itu, tuntutan atas peningkatan pertumbuhan ekonomi merupakan suatu hal yang absolut. Begitu indahkah angka pertumbuhan ekonomi yang meningkat bagi masyarakat? Belum tentu!

Bertambahnya angka pertumbuhan ekonomi yang selalu diperlihatkan pada setiap laporan tahunan kadang-kadang justru terlihat absurd. Angka-angka statistik pertumbuhan ekonomi tersebut cenderung menjadi sebuah keniscayaan. Sebab, hasil pencapaian pertumbuhan sering tidak berbuah manis berupa berkurangnya pengangguran dan beban kehidupan ekonomi yang semakin ringan.

Pertumbuhan yang meningkat selalu tidak simetris dengan kenyataan yang sebenarnya. Karena pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan, selalu tidak menjawab persoalan yang paling mendasar dari suatu proses pembangunan yang berkelanjutan, yakni kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkeadilan bagi semua. Oleh karena itu, sudah saatnya dilakukan reorientasi dan revitalisasi semua bidang ekonomi yang dicapai adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan benar-benar dirasakan artinya bagi kesejahteraan masyarakat.

Harapan besar bagi terwujudnya kualitas pertumbuhan yang meningkat bagi kesejahteraan masyarakat seharusnya berawal dari kesilapan prakondisi yang menuntut kemampuan dalam mengelola kinerja ekonomi makro. Hasilnya harus berimplikasi pada tumbuh dan berkembangnya kegiatan ekonomi mikro. Sebab, kegiatan sektor mikro pada dasarnya sangat berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Kegiatan sektor mikro membutuhkan investasi yang besar. Sehingga membangun iklim investasi yang kondusif bagi suatu perekonomian hendaknya menjadi skla prioritas utama melalui pemberian insentif dan kemudahan berinvestasi. Selama ini, pertumbuhan ekonomi selalu mengandalkan pertumbuhan di sektor konsumsi. Padahal, ketergantungan yang dominant pada sektor pengeluaran konsumsi rumah tangga sangatlah riskan dan berisiko.

Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas hendaknya diletakkan pada kemampuan dari pengeluaran sektor investasi. Sektor ini sangat jelas mampu menciptakan efek ganda (multiplier effect) yang tinggi.

Pertumbuhan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila fondasi keseimbangan perekonomian sudah kuat. Oleh karena itu, pembenahan yang harus segera dijalankan adalah, pertama, melanjutkan program revitalisasi sektor pertanian khususnya pengembangan sektor agroindustri yang berorientasi ekspor melalui peningkatan teknologi yang mutakhir dan manajemen yang efisien.

Kedua, merevitalisasi kebijakan energi dari penggunaan energi berbasis fosil (minyak bumi) menjadi penggunaan energi non fosil, seperti geothermal, air terjun, bioenergi, tenaga surya, dan tenaga angin. Ketiga, meningkatkan penggunaan bahan baku lokal sebanyak-banyaknya dalam proses industri dalam negeri tanpa harus mengurangi kualitas daya saingnya. Penguatan di sektor industri ini juga dapat mengendalikan lonjakan harga-harga yang bersumber dari dampak impor (imported inflation).

Keempat, meningkatkan penyaluran dana perbankan ke sektor riil dengan menyertakan program asuransi yang melindungi kredit investasi dan kredit modal kerja. Kelima, memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terutama menyangkut investasi daerah, pemanfaatan faktor-faktor produksi yang dimiliki daerah, dan pemasaran hasil produksi daerah.

Dengan pembenahan yang dilakukan, diharapkan angka pertumbuhan ekonomi yang dicapai baik pada tahun ini maupun di tahun 2008 nanti benar-benar merupakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, bukan hitung-hitungan statistik semata………………….#OP201107A#

Coki Ahmad Syahwier, praktisi ekonomi dan bisnis, dosen dan pengamat ekonomi ISEI Bandung Koordinator Jawa Barat. (PR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: