Masa Depan Perkotaan di Indonesia

Kondisi umum perkotaan di Indonesia saat ini merupakan cerminan kebijakan tata ruangnya yang sedang mengalami dan belum sanggup keluar dari persoalan yang dihadapi. Persoalan dimaksud, Sebutlah kemacetan lalu lintas, kerusakan lingkungan, kriminalitas, urbanisasi, kemiskinan, kekumuhan, dan pengangguran. Kota yang semestinya menawarkan kenyamanan untuk tinggal dan beraktivitas, justru berkembang jadi kawasan yang tidak ramah bagi penghuninya.

 

Gedung bertingkat, pertokoan, mal, atau perumahan begitu cepat menjejali berbagai sudut kawasan. Kota seakan hanya dibuat untuk melayani pasar dan pemilik modal. Pada saat yang bersamaan, komunitas lokal dengan budayanya semakin terdesak dan seolah tak berdaya menghadapi tekanan pemilik modal. Jika Demikian halnya, warga kota akan semakin kehilangan rasa memiliki kotanya. Pada gilirannya, warga kota menjadi tidak peduli lagi terhadap apapun yang menimpa kotanya. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apa yang sesungguhnya menimpa kota-kota di Indonesia?

 

Keterpurukan kota-kota di Indonesia itu, antara lain disebabkan oleh akumulasi kelemahan dari serangkaian kebijakan, strategi, dan pengembangan program perkotaan selama ini.

 

Strategi pengembangan kota jadi masalah ketika kita dengan mudah, bahkan aktif, menyerahkan pengembangan kota sepenuhnya pada mekanisme pasar bebas yang berideologi neoliberalis, yaitu kelompok kapitalis pemodal kuat. Akibatnya, kota tumbuh instan, tidak rasional, parsial, dan tidak berkesinambungan. Dampaknya, terjadilah Ketimpangan struktur ruang dan sosial, terjadi Ketimpangan ekonomi. Kota berkembang sesuai dengan model ekonomi dualistik yang salah satu cirinya adalah maraknya sektor ekonomi informal perkotaan (PKL).

 

Kelemahan lainnya, rencana tata ruang lebih hanya bersifat pengendalian ketimbang promotif. Rencana promotif seperti RTRW, RPJP, dan RPJM serta RKP kerap dituduh hanya untuk mengakomodasi keinginan elite daripada merespons tuntutan masyarakat dan Dunia usaha. Rencana tersebut tidak memberi cukup ruang yang dinamis dan dapat merespons berbagai tuntutan masyarakat serta pengembangan dunia usaha. Malah sebaliknya, yang didapat adalah rencana yang tidak implementatif dan efektif.

 

Kita harus mulai mengendalikan pengembangan kota dengan membuat kota menjadi tempat hidup yang sehat dan berkualitas. Untuk itu, semua pemangku kepentingan harus dilibatkan. Kota harus dikembalikan kepada fungsi dasarnya sebagai permukiman yang memenuhi kualitas standar, tidak mengakomodasi kepentingan bisnis semata. Dan sekaligus dikembangkan lebih inovatif lagi agar memiliki fungsi penting dalam struktur hierarkis sistem global kota dunia.

 

Untuk menghadapi tantangan dan tuntutan kota pada masa depan, manajer kota harus terus memperbaiki, pertama, liveability, yaitu kemampuan kota untuk jadi tempat tinggal yang layak. Kedua, investability, yaitu upaya untuk menjamin tetap menariknya peluang investasi melalui penyediaan akses ke pusat-pusat bisnis nasional dan internasional/global, sistem birokrasi yang efisien dan efektif serta tenaga kerja yang terampil dan tersedianya infrastruktur dan fasilitas produksi yang memadai. Ketiga, visitability. Kota yang layak dikunjungi dengan melakukan upaya perbaikan dan penyediaan fasilitas transportasi dan akomodasi yang kompetitif.

 

Kalau kita perhatikan, kota-kota di dunia saat ini sedang mencari bentuk baru dengan menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan. Konsep ini antara lain bertumpu pada, Pertama, pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Kedua, upaya meningkatkan mutu kehidupan manusia dalam Kerangka daya dukung ekosistemnya. Ketiga, adopsi strategi bisnis dan aktivitas yang mempertemukan kebutuhan perusahaan dan stakeholder pada saat ini dengan cara melindungi, memberlanjutkan serta meningkatkan sumber daya manusia dan alam yang akan datang.

 

Gagasan itu banyak diilhami Konferensi Internasional mengenai Lingkungan Hidup dan Pembangunan di Rio de Janerio, Brasil yang dirumuskan oleh 178 negara. Bentuk baru konsep pengelolaan sebuah kota salah satunya tercetus dalam agenda 21.

 

Strategi pembangunan kota yang sedang kita diskusikan sekarang ini hendaknya bisa memprediksi dan mengkalkulasi isu-isu strategis dan tren pembangunan kota ke depan. Terutama antisipasi kita terhadap perubahan struktur ruang ekonomi, dan sosial serta daya dukung ekologis untuk mengakomodasi penduduk 20 tahun mendatang. Bukan hanya untuk 2,3 juta jiwa penduduk Bandung saat ini, melainkan kebutuhan struktur ruang, sosial, dan ekonomi untuk kebutuhan penduduk hingga mencapai 5-6 juta-an. Ini harus kita antisipasi dan hitung sejak sekarang.

 

Pada umumnya, kota dibangun dengan misi menjamin peningkatan kualitas kota. Terutama mengenai aksesibilitas publik dan lingkungan yang nyaman dan estetis. Untuk itu, perlu dibicarakan skenario pembangunan kota yang sekaligus dibingkai oleh pendekatan SHIP (systemic, holistic, integrated, dan participative) yang mampu mendorong partisipasi publik dalam pembangunan kota di masa depan.

 

Apa yang dikemukakan itu sejalan dengan program “Man and Biosphere” yang pernah digagas UNESCO. Kota tidak dianggap sebagai benda mati, tetapi merupakan sistem ekologi. Kota menyangkut sebuah spectrum yang sangat luas dengan unsure yang saling terkait didalamnya. Meliputi unsure biogeography, bioclimate, ekonomi, sosial, dan budaya serta politik dan situasi pembangunan itu sendiri.

 

Hendaknya masyarakat di perkotaan memahami kompleksitas human system sebuah kota sehingga merangsang upaya partisipatif untuk menjaga proses keberlanjutannya………#OP141207C#

 

Edi Siswadi, praktisi pemerintahan. (PR)

 

Comments
One Response to “Masa Depan Perkotaan di Indonesia”
  1. rivaldo mengatakan:

    berikan cerita perjuangan pahlawan di kota semarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: