Kekeringan Semakin Meluas Karena El Nino

Sawah kering

Kekeringan di Indonesia

Harian umum Pikiran Rakyat lagi-lagi menyoroti tentang ancaman kekeringan puluhan ribu hektare sawah di Indramayu, Jawa Barat, dan menyebutnya sebagai potensi kekeringan terluas di Jawa Barat (“PR”.1/7). Sebelumnya, dalam tajuk berjudul “Kekeringan Semakin Meluas”(“PR”.17/6), diulas mengenai 30 hektare sawah awal tanam Mei di Cirebon, Jawa barat, yang gagal panen karena pasokan air tidak cukup.

Demikian juga dengan sawah di Sukabumi yang mengalami potensi kering 7.200 hektare (“PR”, 16/6). Di Majalengka, sawah yang tersebar di lima kecamatan juga mengalami kekeringan dan resiko gagal panen (16/6). Konsentrasi terhadap kekeringan di Jawa Barat memang harus dilakukan mengingat Jawa Barat merupakan salah satu lumbung padi nasional. Pertanyaan berikutnya adalah, apa penyebab kekeringan ini ? Hingga kapan kekeringan ini berlangsung!

El Nino menguat

Penyebab utama dari kekeringan yang kini melanda sejumlah areal pertanian di Jawa Barat dan wilayah lain di Indonesia adalah El Nino. El Nino adalah anomali suhu permukaan laut yang terjadi di Samudra Pasifik ekuator, dicirikan dengan menghangatnya suhu tersebut dibandingkan suhu normalnya. Sebenarnya sejak September 2014 ttelah berlangsung El Nino lemah. El Nino berlanjut hingga Mei 2015 dengan intensitas moderat (indeks Nino 3,4 sebesar +1,09). Indeks Nino 3,4 dihitung daari nilai anomali suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah ekuator (120-1.70o BB; 5o LS-5o LU). Berdasarkan penelitian, indeks Nino 3,4 merupakan indeks terkuat yang merepresentasikan keterkaitan anomali suhu permukaan laut di Pasifik dan tingkat kekeringan sebagai dampak El Nino atau kebasahan akibat La Nina di wilayah Indonesia.

Yang lebih mengejutkan, kekuatan El Nino yang saat ini masih tergolong moderat, diprediksi terus menguat dengan indeks lebih dari +1,5 sejak Juli hingga mencapai puncak El Nino kuat (indeks > +2,5) pada November 2015. Peluang terjadinya El Nino moderat hingga kuat ini lebih dari 90%. Apakah setelah November 2015 El Nino segera berakhir ? Sayangnya tidak. El Nino kuat masih terus berlangsung hingga Februari 2016 dengan probabilitas diatas 80%.

Jika prediksi ini akurat, dapat kita bayangkan bahwa Indonesia akan mengulang tahun terburuk kedua setelah 1997. Pada waktu Indonesia dilanda prahara kemarau panjang dan kekeringan yang parah. Bahkan saat itu asap kebakaran hutan dari wilayah Sumatera mengganggu negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Pengurangan hujan

Pengurangan Hujan di Indonesia

Pengurangan Hujan di Indonesia (a)

Dampak El Nino yang paling nyata adalah pengurangan hujan secara signifikan yang telah terjadi sejak pertengahan Mei 2015. Sinyal kekeringan tampak sangat jelas tergambar dari data curah hujan yang berkurang signifikan dan kondisi atmosfer yang bersih dari awan di wilayah Indonesia terjadi selama Juni. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, karena berdasarkan prediksi model CCAM (Cubic Conformal Atmospheric Model). Pengurangan hujan yang mirip seperti bulan ini masih terus akan berlangsung hingga September 2015.

Kekeringan di Indonesia

Kekeringan di Indonesia (b)

Dampak El Nino terhadap kekeringan parah di Indonesia pada tahun ini patut diwaspadai. Pemerintah harus segera bertindak cepat. Masih ada waktu untuk melakukan langkah-langkah antisipasif, sebelumnya semuanya terlambat. Salah satu upaya untuk melakukan adaptasi terhadap dampak El Nino di bidang pertanian adalah segera menghentikan kegiatan awal tanam pada bulan Juli, karena hampir dapat dipastikan pengurangan hujan berpengaruh pada suplai air yang sangat minim hingga November 2015.

Erma Yudihastin, peneliti sains atmosphere pada Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lapan. (PR 9 Juli 2015 hlm.21)

Comments
One Response to “Kekeringan Semakin Meluas Karena El Nino”
  1. ACT Fondation mengatakan:

    2016 diperdiksi msim panas yang lebih panjang akibat El Nino, semoga ada antisipasi untuk mencegah bencana kekeringan
    Semoga ada antisipasi penannggulangan untuk daerah rawan kekeringan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: