Kearifan

Belajar Lagi Kearifan Terhadap Alam :

Jangan Minta Alam Kebijaksanaan Karena Alam Cuma Punya Sebab dan Akibat.

Nenek moyang kita punya kearifan terhadap alam dalam semua segi kehidupan sehingga tidak terbantahkan bahwa kedekatan nenek moyang kita dengan alam sangatlah dalam. Dari sejak anak manusia dalam kandungan hingga matinya faktor alam sangat mempengaruhi tata laku maupun tata nilai yang luhur walaupun masih dibumbui dengan berbagai unsur magis entah karena masih sulitnya untuk memberikan pemahaman secara logika atau memang karena unsur magis dianggap sangat efektif dalam mengawal sebuah petuah titi langkah oleh para sesepuh yang merupakan cerdik pandai dan arif bijaksana nenek moyang kita pada masa itu.

Cetak biru dari sebuah petuah pada masa itu hanyalah berupa kata-kalimat yang disampaikan dari mulut ke mulut turun temurun tidak berupa sebuah dokumen tebal ratusan atau ribuan halaman yang harus di cap dan di tanda tangani disana dan disini namun terbukti manfaatnya; seorang anak manusia lahir dengan sehat dan selamat, tidak kurang mendapat bekal untuk bertahan hidup bersama keluarganya di masa depan, lingkungan dapat bertahan dengan keasriannya dan tempat tinggal yang layak untuk seorang anak manusia tumbuh dewasa. Semua tampak begitu sederhana padahal mengatur hayat hidup ummat manusia.

Namun saat ini pada saat semua seharusnya serba mudah dan tersedia lengkap mengapa terjadi anak-anak yang dilahirkan cacat, dibesarkan dengan busung lapar, alam rusak dengan begitu hebatnya, dan yang paling tragis adalah manusia berhadapan dengan alam ibarat dua kubu yang siap berperang dan saling menghancurkan. Kesombongan manusia ini tidak akan membuat sejahtera tetapi akan membuat manusia berhadapan dengan perilakunya sendiri seperti sebuah cermin yang memantulkan apa adanya, air akan tampak seperti air, api akan tampak seperti api, angin akan tampak seperti angin tidak ada kebohongan di dalamnya. Kebohongan dan kelalaian dalam hal ini justru berasal dari ego, ketidak pedulian, dan keserakahan ummat manusia sendiri.

Bagaimana sebuah peristiwa alam menjadi bencana merupakan wujud dari hal tersebut diatas semakin besar kesombongan yang dibawakan maka bencanapun semakin mengerikan dan semakin nihil dan tumbuh kearifan maka sebuah peristiwa alam akan tetap sebagai sebuah peristiwa alam bahkan menjadi fenomena alam yang asik untuk dipandang seperti halnya sebuah kunjungan wisatawan saja.

Kearifan nenek moyang kita dapat menjadi nilai yang luhur sebagai sebuah tuntunan bukan sekadar sebuah topik yang enak diperdebatkan setelah itu dilupakan sampai ada acara lagi. bagaimana lingkungan dan tempat tinggal ditempatkan dan disusun dengan taat azaz walaupun kembali masih dilingkupi dengan tabu dan terbukti lingkungan dan tempat tinggal itu mampu bertahan hingga ratusan tahun hingga kini masih dapat disaksikan kemegahan dan keasriannya. Bukannya kita harus kembali ke zaman batu  tetapi dalam nilai kearifan tersebut kita akan banyak belajar untuk melakukan banyak kearifan atau pertimbangan yang masak sebelum melakukan pengembangan lingkungan atau pembangunan lainnya dengan mensejajarkan teknologi dengan alam secara selaras.

07ud2.jpg

Sebenarnya perkembangan teknologi sendiri telah membawa manusia pada kearifan tersebut bahwa alam seharusnya diperlakukan bukan sebagai lawan dan harus diantisipasi dengan taat azaz karena alam adalah sebab akibat yang sebenarnya mudah diprediksi dan teknologi itu telah ada lengkap dengan standard, peraturan, dan ketentuannya tidak kurang telah banyak tenaga ahli dari berbagai bidang ilmu dan pengetahuanpun tersedia. Namun kembali pada perilaku manusia sendiri yang membuat sebuah lingkungan tempat tinggal kemudian dibangun di daerah yang jelas-jelas labil dan mudah longsor, membangun dengan tidak memasukkan faktor keamanan terhadap gempa bumi, atau secara terang-terangan mengurangi spesifikasi dari yang seharusnya seolah-olah kita dengan mudah minta kebijaksanaan dari alam atau lebih hebat lagi menyuruh alam bijaksana………..#OP211009AA#

Terkait :

Gempa Megathrust Chili Pelajaran Bagi (Masa Depan) Indonesia-Ma’rufin Sudibyo

-Blog Bencana Global

-Suara Pembaca-Detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arkeologi

  • Trader

  • Energi Alternatif

  • Bencana Global 2050

  • Flying

  • Kereta Api

  • Konstruksi – Arsitektur

%d blogger menyukai ini: